Sosialisasi Pengisian Perangkat Desa Mrutuk

PANDUAN PELAKSANAAN PENGISIAN JABATAN PERANGKAT DESA TAHUN 2017
I. KEGIATAN SEBELUM PELAKSANAAN UJIAN
Pada dasarnya semua proses pelaksanaan pengangkatan Perangkat Desa adalah wewenang Kepala Desa yang dilaksanakan oleh sebuah tim yang dinamakan TIM PENGANGKATAN PERANGKAT DESA.
Semua warga desa setempat yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Perangkat Desa, diantaranya sebagai berikut :
1. Bakal calon dari masyarakat umum;
2. Bakal calon dari BPD;
3. Bakal calon dari Perangkat Desa;
4. Bakal calon dari PNS;
5. Bakal calon dari TNI/POLRI;
6. Bakal calon dari Pegawai BUMN/BUMD/BUMDes; dan
7. Bakal calon dari Lembaga Kemasyarakatan yang ada.
Sebelum pelaksanaan ujian tulis, dibagi tahapan kegiatan sebagai berikut :
A. Persiapan, meliputi:
1. Kepala Desa mengadakan rapat bersama BPD, Perangkat Desa, LPMD, Ketua RT/RW, lembaga kemasyarakatan yang ada dan tokoh masyarakat untuk membentuk “Tim Pengangkatan Perangkat Desa”.
2. Yang dapat menjadi anggota Tim Pengangkatan Perangkat Desa adalah :
a. Perangkat Desa;
b. Pimpinan/anggota BPD;
c. Pimpinan/anggota lembaga kemasyarakatan; dan
d. Tokoh masyarakat.
3. Susunan Tim Pengangkatan Perangkat Desa adalah :
a. Ketua merangkap anggota;
b. Sekretaris merangkap anggota;
c. Anggota-anggota.
4. Tim Pengangkatan Perangkat Desa sekaligus sebagai Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dalam Pengisian Lowongan Perangkat Desa.
5. TPK Pengisian Perangkat Desa, berlaku ketentuan khusus sbb :
- Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa sekaligus sebagai Ketua TPK (Ketua dan Sekretaris TPK tidak harus Perangkat Desa);
- Sekretaris Desa dan Bendahara Desa tidak boleh menjabat sebagai Ketua Tim Pengangkatan;
- Jumlah dan kedudukan anggota TPK sesuai dengan jumlah dan kedudukan Tim Pengangkatan.
2
6. Anggaran proses pelaksanaan pengisian jabatan Perangkat Desa dibiayai dalam APB Desa “kode rekening 2.1.04.17 pengisian lowongan perangkat desa”
7. Tata cara pencairan dana dan pertanggungjawaban kegiatan pengisian lowongan perangkat desa sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Bupati Tuban Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Keuangan Desa dan Peraturan Bupati Tuban Nomor 10 Tahun 2017 tentang Standar Satuan Harga Swakelola di Desa Tahun Anggaran 2017.
8. Jumlah anggota tim minimal 5 (lima) orang, dan maksimal disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan desa, dengan jumlah ganjil.
9. Setelah tim terbentuk, segera mengadakan rapat-rapat untuk membahas :
a. Tata tertib pelaksanaan pengangkatan Perangkat Desa, yang meliputi : Tata tertib untuk Tim Pengangkatan dan Tata Tertib untuk peserta/bakal calon/calon Perangkat Desa;
b. Biaya proses kegiatan pengangkatan Perangkat Desa;
- Jika pagu anggaran APB Desa untuk kegiatan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan atau belum dianggarkan, maka dilakukan P-APB Desa dan/atau perubahan Peraturan Kepala Desa.
- Jika rincian kebutuhan belanja tidak sesuai dengan RAB kegiatan di APB Desa, maka dilakukan Perubahan RAB.
c. Hal-hal lain yang terkait dengan proses pengangkatan Perangkat Desa.
B. Pengumuman, meliputi :
1. Paling lambat 7 (tujuh) hari sejak terbentuk, Tim Pengangkatan Perangkat Desa harus sudah mengumumkan kepada warga masyarakat dengan cara mengumpulkan warga dan membuat pengumuman tertulis dengan mencantumkan persyaratan-persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dan Pasal 13 ayat (2) Peraturan Bupati Tuban Nomor 30 Tahun 2017 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tuban Nomor 2 Tahun 2016 tentang Perangkat Desa dan membuka pendaftaran bakal calon Perangkat Desa.
1.1. Ketentuan terkait legalisir fotokopi ijazah sebagai berikut :
a. Legalisir Ijazah/surat keterangan pengganti ijazah dilakukan oleh sekolah yang mengeluarkan Ijazah;
b. Legalisir Ijazah/surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang bergabung dilakukan oleh kepala satuan pendidikan hasil penggabungan;
c. Legalisir Ijazah/surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang sudah berganti nama dilakukan oleh kepala satuan pendidikan sesuai nomenklatur baru;
3
d. Legalisir Ijazah/surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan oleh satuan pendidikan yang sudah tidak beroperasi atau ditutup dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kemenag Kabupaten;
e. Legalisir Ijazah paket/surat keterangan pengganti ijazah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kemenag Kabupaten dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kemenag Kabupaten;
f. Legalisir ijazah/surat keterangan pengganti ijazah bagi pemohon yang berdomisili di Kabupaten yang berbeda dengan Kabupaten sekolah asal dapat dilakukan oleh Kepala Dinas Kabupaten di tempat pemohon berdomisili;
g. Legalisir Surat Keterangan Yang Berpenghargaan Sama dengan Surat Tanda Tamat Belajar (SKYBS) yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Dikbud Provinsi dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
h. Khusus ijazah sekolah swasta disamping ketentuan di atas (huruf a huruf b, dan huruf c) dilegalisir pula :
- Oleh UPTD Pendidikan bagi SD, oleh Kemenag Kabupaten bagi MI.
- Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten bagi SMP, oleh Kemenag Kabupaten bagi MTs.
- Oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten bagi SMA sederajat, oleh Kemenag Kabupaten bagi MA.
1.2. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) oleh Polsek setempat.
1.3. Legalisir fotokopi KTP oleh Camat atau Disdukcapil Kabupaten.
1.4. Penghitungan batas usia adalah tanggal pertama dibuka pengumuman pertama. Contoh pengumuman pertama dibuka tanggal 16 s/d 27 Oktober 2017, maka bakal calon yang bisa mendaftar adalah lahir pada tanggal 16 Oktober 1975 s/d 16 Oktober 1997.
1.5. Khusus untuk persyaratan surat keterangan tidak sedang dijatuhi pidana penjara dan surat keterangan tidak sedang dicabut hak pilihnya dari pengadilan, sementara dapat berupa tanda terima permohonan dari petugas berwenang.
1.6. Kelengkapan 2 (dua) Surat Keterangan yang dimaksud angka 1.5. di atas harus dicukupi paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah penetapan/pengumuman sebagai calon yang memperoleh nilai tertinggi.
1.7. Apabila yang bersangkutan tidak dapat memenuhi persyaratan dimaksud nomor 1.5., maka dinyatakan gugur dan diganti peserta ujian dengan nilai urutan tertinggi berikutnya.
4
2. Pengumuman pertama dibuka selama 10 (sepuluh) hari kerja, apabila belum diperoleh bakal calon yang memenuhi syarat atau baru diperoleh 1 (satu) bakal calon yang memenuhi syarat, maka dibuka pengumuman kedua.
3. Pengumuman kedua dibuka paling lama 5 (lima) hari kerja, apabila belum diperoleh bakal calon yang memenuhi syarat atau baru diperoleh 1 (satu) bakal calon yang memenuhi syarat, maka dibuka pengumuman ketiga.
4. Pengumuman ketiga dibuka paling lama 5 (lima) hari kerja, apabila belum diperoleh bakal calon yang memenuhi syarat atau baru diperoleh 1 (satu) bakal calon yang memenuhi syarat, tim pengangkatan melaporkan kepada Kepala Desa untuk menunda proses pengisian Perangkat Desa.
5. Pada saat tim menerima pendaftaran dari bakal calon, tim langsung melakukan penelitian berkas yang diajukan oleh bakal calon, selanjutnya tim memberikan tanda bukti terdaftar sebagai bakal calon Perangkat Desa.
6. Apabila terdapat kekurangan terhadap berkas yang diajukan oleh bakal calon, maka yang bersangkutan diberikan waktu 3 (tiga) hari kerja sejak yang bersangkutan mendaftar untuk melengkapi/memperbaiki. Apabila jangka waktu 3 (tiga) hari kerja yang bersangkutan tidak dapat melengkapi/memperbaiki dapat mendaftar kembali pada masa pengumuman berikutnya.
7. Dalam hal pada hari terakhir pengumuman ketiga baru ada 1 (satu) calon yang telah memenuhi syarat dan 1 (satu) calon yang sudah mendaftar tetapi persyaratan belum lengkap maka diberikan waktu 3 (tiga) hari kerja untuk melengkapi, apabila dalam waktu 3 (tiga) hari kerja yang bersangkutan tidak dapat melengkapi persyaratannya maka dinyatakan gugur dan berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud Nomor 4 di atas.
8. Jam/waktu pembukaan dan penutupan sesuai dengan ketentuan Jam Kerja (Jam 07.00 – 15.30 WIB).
9. Setiap tahapan pembukaan dan penutupan pengumuman dituangkan dalam Berita Acara, Bentuk dan contoh BA pembukaan pengumuman pendaftaran sebagaimana tercantum dalam Lampiran I.
10. Perhitungan jumlah bakal calon yang mendaftar sebagaimana dimaksud angka 2, 3, 4, dan 5 untuk masing-masing lowongan jabatan.
11. Seorang pelamar hanya diperbolehkan melamar 1 (satu) jenis lowongan jabatan.
12. Hasil penelitian administrasi dituangkan dalam Berita Acara Penelitian Administrasi, untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Calon Perangkat Desa yang berhak mengikuti ujian tulis dan dilaporkan kepada Kepala Desa.
5
13. Dalam hal bakal calon telah ditetapkan sebagai calon yang berhak mengikuti ujian tulis mengundurkan diri atau berhalangan tetap sehingga tidak dapat mengikuti ujian tulis dan calon menjadi tunggal (tinggal 1 orang), maka ujian tulis diikuti oleh calon yang telah ditetapkan, dan untuk calon yang berhalangan tetap diberi keterangan tidak dapat mengikuti ujian tulis karena berhalangan.
II. PELAKSANAAN UJIAN
A. Persiapan, meliputi :
1. Kepala Desa melaporkan Data Calon Perangkat Desa yang berhak mengikuti ujian tulis kepada Camat, disertai data rekapitulasinya, selanjutnya Camat melaporkan kepada Bupati dengan tembusan Kadin PMDKB Kabupaten Tuban. Bentuk dan contoh Data Calon Perangkat Desa sebagaimana tercantum dalam Lampiran II.
2. Ujian tulis dilaksanakan oleh Tim Pengangkatan yang dikoordinir dan diarahkan oleh Tim Pengawas secara serentak di halaman Kantor Kecamatan setempat atau ditempat lain yang disepakati bersama dan diikuti oleh seluruh peserta dari desa-desa di wilayah kecamatan. Adapun materi ujian tulis sebagai berikut :
- Pengetahuan Pemerintahan;
- Agama;
- Pengetahuan Umum;
- Bahasa Indonesia; dan
- Pengetahuan komputer.
3. Khusus untuk lowongan jabatan Sekretaris Desa disamping ujian tulis sebagaimana dimaksud Nomor 2, ditambah dengan ujian praktek operasional komputer yang dilaksanakan setelah ujian tulis pada hari itu juga.
4. Tim Pengangkatan Perangkat Desa dibawah koordinasi Tim Pengawas mempersiapkan tempat dan kebutuhan serta berkas-berkas yang diperlukan dalam pelaksanaan ujian tulis, antara lain :
a) Surat undangan bagi bakal calon yang telah ditetapkan sebagai calon Perangkat Desa yang berhak mengikuti ujian tulis, dengan materi surat :
 Undangan mengikuti ujian tulis pengangkatan perangkat desa.
 Waktu dan tempat pelaksanaan ujian :
 Hari/ Tanggal : .............................
 Jam : .............................
 Tempat : .............................
 Pakaian yang digunakan :
 Pria mengenakan pakaian kemeja warna putih, bawahan celana panjang warna gelap dan bersepatu.
 Wanita mengenakan pakaian atasan warna putih, bawahan rok warna gelap dan bersepatu.
b) Tanda peserta dengan ukuran 9 x 5,5 cm yang berisi nama, tempat tanggal lahir, jabatan yang dilamar dan nomor peserta.
6
c) Berita Acara pelaksanaan ujian tulis dan pemeriksaan jawaban.
d) Masing-masing peserta membawa papan dada sebagai alas menulis dengan ukuran folio, dan diperiksa oleh panitia. Apabila terdapat coretan atau hal-hal lain yang mencurigakan, maka tidak boleh digunakan.
e) Papan pengumuman hasil ujian peserta diletakkan di lokasi ujian.
f) Ballpoint tinta warna merah untuk koreksi jawaban dan ballpoint tinta warna biru untuk tanda tangan korektor.
5. Lokasi/tempat ujian diberi pembatas sehingga ujian dapat berjalan dengan tenang, contoh bentuk dan layout (denah) tempat ujian sebagaimana tercantum dalam Lampiran III.
B. Pelaksanaan, meliputi :
1. Pendahuluan
a) Peserta wajib hadir ditempat ujian 30 menit sebelum ujian dilaksanakan.
b) Peserta wajib mengisi daftar hadir, mengambil dan memakai tanda peserta sebelum ujian tulis dilaksanakan.
c) Peserta dilarang membawa senjata tajam, alat komunikasi/HP, kalkulator, kamera/tustel, catatan, buku, dan kertas apapun ditempat ujian.
d) Peserta wajib menempati tempat duduk yang telah ditentukan oleh tim.
e) Sebelum ujian dimulai, Camat atau tim pengawas memberikan pengarahan singkat terkait pelaksanaan ujian dan membacakan tata tertib pelaksanaan ujian.
f) Pokok-pokok materi pengarahan adalah sebagai berikut :
 Dasar pelaksanaan ujian tulis pengisian Perangkat Desa.
 Mekanisme ujian tulis dengan prinsip tercapainya pelaksanaan ujian yang jujur, transparan, dan obyektif.
 Waktu pengerjaan soal ujian tulis dilakukan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB dengan memberi tanda silang pada jawaban yang benar menggunakan ballpoint tinta warna hitam. Selanjutnya diadakan ujian praktek (khusus untuk lowongan Sekretaris Desa).
 Perubahan terhadap kesalahan jawaban, hanya boleh dilakukan satu kali dengan memberi tanda garis ganda (=) pada jawaban pertama/jawaban yang dianggap salah.
 Apabila terdapat dua kali atau lebih perubahan jawaban, maka jawaban tersebut dianggap salah.
 Distribusi naskah soal dan kunci jawaban, pengoreksian dan pengumuman hasil ujian serta pelaporan Tim Pengangkatan kepada Kepala Desa dilakukan pada hari itu juga.
7
 Terhadap hal-hal yang belum jelas peserta dapat menanyakan kepada Tim Pengangkatan/Tim Pengawas dengan cara mengangkat tangan tanpa mengurangi ketenangan pelaksanaan.
 Setelah pengerjaan soal selesai atau waktu ujian habis peserta harus meninggalkan tempat dan meletakkan naskah ujian pada tempat duduk masing-masing dalam keadaan terbalik.
 Peserta, Tim Pengangkatan, Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dilarang mencorat-coret dan memberi tanda apapun pada naskah ujian kecuali pada tempat yang telah ditentukan.
 Apabila terdapat tanda-tanda mencurigakan (terdapat tanda-tanda, coretan, sobekan, atau bentuk lainnya) pada naskah ujian akan diadakan koreksi pada kesempatan terakhir dengan pengawasan khusus.
 Selama waktu ujian dilarang :
 Meninggalkan tempat ujian sebelum pengerjaan soal selesai;
 Mencontek atau bertanya pada peserta yang lain;
 Membuat gaduh atau keributan yang dapat mengganggu ketenangan pelaksanaan ujian.
 Bagi peserta yang melanggar larangan tersebut diberikan sanksi dengan menempati tempat duduk khusus.
 Peserta dapat mengajukan pengaduan terhadap ketidakpuasan hasil ujian kepada Tim Pengangkatan pada hari pelaksanaan ujian maksimal 15 (lima belas) menit setelah pengumuman hasil pelaksanaan ujian.
g) Do’a sebelum pelaksanaan ujian tulis.
2. Pelaksanaan Ujian tulis :
a) Penyerahan Naskah Ujian oleh Tim Kabupaten kepada Camat selaku Ketua Tim Pengawas dalam keadaan terbungkus dalam amplop dan tersegel dengan jumlah yang sama dengan peserta, dalam penyerahan tersebut ditunjukkan kepada peserta bahwa amplop masih dalam kondisi tersegel. Bentuk dan contoh Berita Acara Serah Terima Naskah Ujian Tulis sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV.a.
b) Selanjutnya Camat menyerahkan Naskah Ujian kepada Ketua Tim Pengangkatan sesuai kebutuhan naskah untuk desa masing-masing dalam keadaan terbungkus dalam amplop yang tersegel dan dituangkan dalam Berita Acara. Bentuk dan contoh Berita Acara Terima Naskah Ujian Tulis sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV.b.
c) Tim Pengangkatan membuka naskah ujian dan dibagikan kepada peserta masing-masing desa dalam keadaan terbalik.
8
d) Setelah semua peserta mendapatkan naskah ujian, tepat jam 09.00 WIB peserta ujian tulis mulai mengerjakan soal.
e) Setiap kecamatan disediakan naskah ujian cadangan yang terbungkus dalam amplop sendiri dan tersegel serta dibawa oleh Tim Kabupaten dan hanya digunakan untuk mengganti naskah yang kurang atau rusak karena kesalahan cetak/teknis dari Tim Kabupaten, penggantian naskah yang rusak dituangkan dalam Berita Acara. Bentuk dan contoh Berita Acara Serah Terima Naskah Ujian Tulis Cadangan sebagaimana tercantum dalam Lampiran V.
f) Naskah yang rusak dimasukkan kedalam amplop yang telah disediakan, apabila terdapat naskah yang rusak/sobek karena kesalahan panitia atau peserta tidak dapat diganti.
g) Setelah ujian tulis selesai, selanjutnya Tim Pengangkatan menutup identitas peserta dengan men-staples di tempat yang telah ditentukan dan meletakkan naskah ujian dimaksud pada tempat yang telah ditentukan. Tim Pengangkatan dilarang memeriksa ataupun membaca naskah ujian sebelum waktu pengoreksian jawaban.
h) Tim Pengangkatan menghimpun naskah ujian berdasarkan jenis lowongan Perangkat Desa dan dikumpulkan di tempat yang telah ditentukan untuk masing-masing desa. Tempat tersebut adalah tempat yang terbuka yang dapat dilihat oleh peserta.
i) Selanjutnya dilaksanakan ujian praktek operasional komputer, khusus bagi lowongan jabatan Sekretaris Desa.
3. Pelaksanaan Ujian Praktek Operasional Komputer :
a) Sebelum pelaksanaan ujian praktek dilaksanakan, Tim Pengangkatan Perangkat Desa mengatur tempat sebagaimana layout Lampiran VI, sehingga pelaksanaan ujian praktek bisa dilaksanakan dengan baik, menyiapkan meja dan kursi serta daya listrik untuk pelaksanaan ujian praktek, ujian praktek dilaksanakan di lokasi yang sama dengan ujian tulis.
b) Untuk keperluan ujian praktek, peserta membawa laptop sendiri, sedangkan printer disediakan oleh Tim Pengangkatan Perangkat Desa.
c) Jenis printer yang akan digunakan agar disampaikan kepada peserta maksimal 2 (dua) hari sebelum pelaksanaan ujian, supaya peserta bisa meng-install driver jenis printer dimaksud pada laptop yang akan digunakan ujian praktek. Selanjutnya peserta melakukan ujicoba penge-print-an/cetak masing-masing laptop peserta.
d) Setelah semua persiapan selesai dilaksanakan, maka Tim Pengangkatan Perangkat Desa dibawah koordinasi Tim Pengawas mempersilahkan calon Sekretaris Desa untuk menempati tempat duduk sesuai nomor kursi.
9
e) Selanjutnya Tim Kabupaten menyerahkan naskah ujian praktek kepada Camat selaku ketua Tim Pengawas dan Camat menyerahkannya kepada Tim Pengangkatan dalam keadaan terbungkus dalam amplop dan tersegel dengan jumlah yang sama dengan peserta, tata cara penyerahan sebagaimana tata cara penyerahan naskah ujian tulis. Bentuk dan contoh Berita Acara Serah Terima Naskah Ujian Praktek sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII.a dan VII.b.
f) Ketentuan lama pengerjaan ujian praktek dan penge-print-an/cetak sebagaimana tercantum pada amplop naskah ujian praktek.
g) Penge-print-nan dilakukan sendiri oleh peserta.
h) Hasil pengerjaan ujian praktek di-print/cetak lalu diberikan lembar identitas, peserta meninggalkan tempat dan meninggalkan hasil ujian dalam keadaan terbalik.
i) Tim menutup identitas dengan cara men-staples ditempat yang telah ditentukan lalu dikumpulkan ditempat sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf g) di atas.
j) Ketentuan “tata cara penilaian” disampul tersendiri dan tersegel akan disampaikan oleh Tim Kabupaten kepada Camat selaku Ketua Tim Pengawas menjelang penilaian/koreksi jawaban ujian praktek. Bentuk dan contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII.
III. PELAKSANAAN KOREKSI
A. Persiapan :
Setelah waktu ujian berakhir dan identitas peserta tertutup dengan baik, selanjutnya dilaksanakan persiapan pengoreksian jawaban dengan :
a) Menata tempat/lokasi/ruangan sedemikian rupa, sehingga Tim Pengangkatan Perangkat Desa dapat melaksanakan pengoreksian hasil ujian peserta dalam satu tempat/lokasi/ruangan (berkelompok tiap-tiap desa) dan dapat disaksikan/dilihat oleh saksi dari peserta ujian.
b) Tim Pengangkatan menyiapkan Lembar Pengumuman yang akan ditempelkan pada papan pengumuman.
c) Dalam lokasi/ruangan pengoreksian Tim Pengangkatan Perangkat Desa hanya diperbolehkan membawa ballpoint tinta warna merah dan biru, dan dibuktikan dengan memperagakan atau mencoretkan ballpoint tersebut di kertas yang disaksikan oleh saksi dari peserta. Ballpoint dimaksud digunakan:
 Warna merah untuk mengkoreksi jawaban; dan
 Warna biru untuk menulis nama dan tanda tangan korektor.
d) Penunjukan saksi dari perwakilan peserta, dengan cara sebagai berikut :
 Penunjukan saksi peserta melalui undian yang dilakukan oleh Tim Pengangkatan Perangkat Desa;
10
 Jumlah untuk saksi peserta adalah 2 (dua) orang, dan dapat ditambah untuk gantian atau giliran sesuai dengan kesepakatan Tim Pengangkatan Perangkat Desa dan Peserta.
 Bagi peserta yang kurang dari 2 (dua) orang, saksi diambil dari peserta yang bersangkutan dan 1 (satu) orang dari Tim Pengawas.
 Semua menempati tempat duduk sesuai posisi masing-masing.
e) Setelah persiapan dilaksanakan, Tim Kabupaten menyerahkan kunci jawaban dalam keadaan tertutup dan tersegel kepada Camat selaku ketua Tim Pengawas, dalam penyerahan tersebut ditunjukkan kepada peserta bahwa amplop masih dalam kondisi tersegel. Bentuk dan contoh Berita Acara Serah Terima Kunci jawaban sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX.a. Selanjutnya Camat menyerahkan kunci jawaban kepada masing-masing Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa dan Pemandu. Bentuk dan contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Lampiran IX.b.
B. Pelaksanaan Koreksi Ujian Tulis :
Setelah Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa menerima kunci jawaban, selanjutnya dilaksanakan pengoreksian jawaban dengan ketentuan :
a) Identitas peserta ujian dalam kondisi tertutup dan tidak boleh dibuka selama proses koreksi.
b) Dalam pengoreksian salah satu Tim Pengawas yang ditunjuk sebagai “Pemandu” membacakan kunci jawaban melalui pengeras suara untuk didengarkan oleh semua anggota Tim Pengangkatan/korektor.
c) Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa juga membawa kunci jawaban guna mengecek apa yang dibaca pemandu sudah benar atau salah, dan anggota yang lainnya sebagai korektor.
d) Sebelum pengoreksian dilaksanakan, pemandu memerintahkan korektor untuk memeriksa jawaban peserta dan memberi tanda silang ballpoint tinta warna merah pada nomor soal yang tidak ada jawabannya.
e) Pengoreksian dilaksanakan per-lowongan perangkat desa, dengan memberi tanda silang menggunakan ballpoint tinta warna merah pada nomor soal yang jawabannya salah (tidak sesuai dengan kunci jawaban).
f) Setelah satu tahapan pengoreksian dilaksanakan, pemandu memerintahkan koreksi silang antar korektor dalam satu tim/desa.
g) Dalam hal terdapat kekeliruan pada korektor pertama, maka dikoreksi/dibetulkan oleh korektor kedua lalu kedua korektor membubuhkan paraf di depan nomor yang dimaksud.
h) Setelah koreksi silang dilaksanakan, selanjutnya diadakan penjumlahan jawaban yang benar dan yang salah serta pemberian nilai dengan meng-kalikan jawaban yang benar dengan angka faktor kali pada kotak yang tersedia.
11
i) Setelah pengoreksian dan penilaian dilaksanakan, korektor membubuhkan tanda tangan dan nama terang pada bagian akhir masing-masing naskah ujian.
j) Dalam hal jumlah peserta lebih banyak dari panitia yang ada, koreksi dilaksanakan lebih dari 1 (satu) tahapan, dengan ketentuan sebagaimana urutan huruf d) sampai dengan huruf i) diatas.
k) Apabila terdapat naskah ujian yang dianggap mencurigakan (terdapat tanda-tanda, coretan, sobekan, atau bentuk lainnya) koreksi dilaksanakan pada tahapan terakhir dengan pengawasan khusus.
l) Setelah semua koreksi selasai, indentitas peserta dibuka dan nilai di tulis di papan pengumuman yang telah disediakan.
C. Pelaksanaan Koreksi Ujian Praktek :
Koreksi/penilaian ujian praktek dilaksanakan setelah selesai pelaksanaan koreksi ujian tulis :
a) Prinsip tata cara pengoreksian ujian praktek sama dengan tata cara ujian tulis, yang membedakan hanyalah tidak ada pemandu yang membacakan kunci jawaban.
b) Sebelum pelaksanaan koreksi, Tim Pengawas membacakan teknis pengoreksian yang bisa didengar oleh Tim Pengangkatan dan Peserta.
c) Setelah satu tahapan pengoreksian dilaksanakan, Ketua Tim Pengangkatan Perangkat Desa memerintahkan koreksi silang antar korektor dalam satu tim/desa.
d) Dalam hal terdapat kekeliruan pada korektor pertama, maka dikoreksi/dibetulkan oleh korektor kedua lalu kedua korektor membubuhkan paraf di depan point yang dimaksud.
e) Setelah koreksi silang dilaksanakan, selanjutnya diadakan penjumlahan nilai.
f) Setelah pengoreksian dan penilaian dilaksanakan, korektor membubuhkan tanda tangan dan nama terang pada bagian akhir masing-masing naskah ujian.
g) Dalam hal jumlah peserta lebih banyak dari panitia yang ada, koreksi dilaksanakan lebih dari 1 (satu) tahapan, dengan ketentuan sebagaimana urutan huruf c) sampai dengan huruf f) di atas.
h) Pelaksanaan koreksi ujian praktek juga disaksikan oleh saksi dari peserta, tata cara penunjukan saksi sebagaimana penunjukan saksi pengoreksian ujian tulis.
D. Pelaksanaan Pengumuman :
1. Setelah semua naskah ujian dikoreksi dan diberikan nilai setiap mata ujiannya, kemudian Tim Pengangkatan Perangkat Desa memasukkan nilai tersebut pada Lembar Pengumuman untuk diumumkan pada saat itu dan dituangkan dalam Berita Acara Pelaksanaan dan Pemeriksaan Jawaban Ujian Tulis untuk dilaporkan kepada Kepala Desa pada hari itu juga. Bentuk dan
12
contoh Lembar Pengumuman sebagaimana tercantum dalam Lampiran X.
2. Nilai akhir untuk calon Sekretaris Desa adalah penjumlahan hasil nilai ujian tulis dan nilai ujian praktek operasional komputer.
3. Setelah pengisian Lembar Pengumuman dan pengisian Berita Acara Hasil Pemeriksaan Jawaban dilaksanakan selanjutnya naskah ujian tulis dan praktek, hasil ujian praktek dan kunci jawaban dimasukkan kedalam amplop yang telah disediakan dengan ketentuan jumlah naskah yang dikembalikan atau dimasukkan kedalam amplop adalah sama dengan jumlah yang diterima, kemudian ditutup dengan alat/segel yang telah ditentukan.
4. Naskah ujian tulis dan kunci jawaban, Naskah ujian praktek, kunci jawaban ujian praktek dan hasil ujian praktek diserahkan oleh Tim Pengangkatan Perangkat Desa kepada Tim Pengawas dan dituangkan dalam Berita Acara, Bentuk dan contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Lampiran XI.a. Selanjutnya diserahkan kepada Tim Kabupaten dan dituangkan dalam Berita Acara, Bentuk dan contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Lampiran XI.b.
5. Naskah ujian dimaksud sebagai dokumen otentik pengisian perangkat.
E. Ujian Tambahan
1. Bagi calon Perangkat Desa yang memperoleh nilai tertinggi sama, maka untuk penentuan ranking dilaksanakan ujian tambahan berupa ujian praktek operasional komputer. Tata cara pelaksanaan ujian praktek dan penilaiannya sama dengan tata cara pelaksanaan ujian praktek dan penilaian calon Sekretaris Desa.
2. Untuk keperluan ujian praktek sebagaimana dimaksud angka 1, Tim Pengangkatan menyiapkan laptop dan printer.
IV. PENGANGKATAN DAN PELANTIKAN
1. Kepala Desa mengkonsultasikan kepada Camat terhadap 2 (dua) calon Perangkat Desa yang mendapatkan nilai tertinggi.
2. Dalam hal cuma terdapat 1 (satu) peserta maka disyaratkan jumlah nilai minimal 51 (lima puluh satu).
3. Kepala Desa menyampaikan permohonan rekomendasi pengangkatan terhadap 1 (satu) calon perangkat desa yang memperoleh nilai tertinggi untuk diangkat sebagai Perangkat Desa kepada Camat.
4. Setelah diterbitkannya rekomendasi Camat, Kepala Desa menetapkan pengangkatan yang bersangkutan dalam Keputusan Kepala Desa dan mengadakan pelantikan.
5. Pelantikan oleh Kepala Desa dilaksanakan di desa masing-masing dalam acara khusus yang dihadiri oleh Camat atau pejabat yang ditunjuk, BPD, LPMD, RT/RW, Tokoh lembaga kemasyarakatan lainnya dan Tokoh Masyarakat Desa.
6. Evaluasi Pelaksanaan.
13
A. PEDOMAN TATA TERTIB PELAKSANAAN UJIAN TULIS
1. Tata tertib peserta ujian :
a. Peserta ujian tulis diharuskan bagi :
1) Pria mengenakan atasan kemeja warna putih dan bawahan celana panjang warna gelap serta bersepatu.
2) Wanita mengenakan atasan warna putih dan bawahan rokwarna gelap serta bersepatu.
b. Peserta hanya diperbolehkan membawa ballpoint warna hitam sebagai alat tulis dan papan dada sebagai alas tulis.
c. Peserta wajib mengenakan tanda peserta didada sebelah kiri atau digantung.
d. Peserta dilarang membawa senjata tajam, handphone atau alat komunikasi lainnya, kalkulator, kamera/tustel, buku diklat, dan catatan.
e. Dalam pelaksanaan ujian peserta dilarang bekerja sama, mencontek, membuat gaduh/keributan, meninggalkan tempat ujian sebelum selesai mengerjakan soal.
f. Peserta dilarang moncorat-coret atau memberi tanda pada naskah ujian kecuali pada tempat yang telah ditentukan.
g. Peserta harus meninggalkan tempat ujian dan menyerahkan naskah ujian setelah waktu pengerjaan soal berakhir/habis.
h. Apabila ditemukan hal yang kurang jelas dalam pengerjaan soal peserta dapat menanyakan kepada Tim Pengangkatan/Tim Pengawas dengan tetap menjaga ketenangan pelaksanaan ujian.
2. Tata Tertib Penyelenggara :
a. Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dilarang mencorat-coret atau memberi tanda pada naskah ujian kecuali pada tempat yang telah ditentukan.
b. Tim Pengangkatan Perangkat Desa disaat melaksanakan pengoreksian hanya diperbolehkan membawa ballpoint warna merah dan biru.
c. Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dilarang menggandakan/memfotocopy naskah ujian yang sudah disiapkan.
d. Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dapat memberikan penjelasan kepada peserta apabila tedapat pertanyaan, dengan tetap menjaga ketenangan pelaksanaan ujian.
e. Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dapat mengambil tindakan kepada peserta yang telah melanggar tata tertib, dengan tetap menjaga ketenangan pelaksanaan ujian.
f. Tim Pengangkatan Perangkat Desa, Tim Pengawas dan Tim Kabupaten dilarang memberikan bantuan kepada peserta dalam mengerjakan soal ujian.
14
3. Tim Pengangkatan Perangkat Desa dilarang :
a. Bertindak dan bersikap tidak adil terhadap salah satu atau lebih bakal calon/calon Perangkat Desa.
b. Memanipulasi persyaratan-persyaratan yang seharusnya dilengkapi oleh bakal calon.
c. Menerima sesuatu baik dalam bentuk uang maupun barang dari bakal calon dan/atau calon maupun para pendukungnya dengan maksud untuk memudahkan kelulusannya, yang dapat mempengaruhi proses pengisian maupun pelaksanaan ujian.
d. Memanipulasi nilai hasil ujian yang dapat merugikan atau menguntungkan salah satu atau lebih calon.
e. Bersikap dan/atau melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses pengisian lowongan Perangkat Desa.
B. BIAYA PELAKSANAAN PENGANGKATAN PERANGKAT DESA TAHUN 2017
1. Biaya pengangkatan perangkat desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa yang bersumber dari APBDesa.
2. Rincian penggunaan biaya adalah sebagai berikut :
a. Biaya administrasi (pengadaan alat tulis kantor, papan pengumuman dan sarana pelaksanaan ujian tulis);
b. Biaya makan dan minum rapat;
c. Honorarium tim dan petugas;
d. Biaya makan dan minum kegiatan (ujian tulis);
e. Biaya pelantikan;
f. Biaya tambahan transport pengamanan;
g. Biaya sarana dan prasarana (sewa terop, meja kursi, banner dll).
3. Berkaitan dengan pelaksanaan ujian tulis dipusatkan di kantor Kecamatan, biaya pelaksanaan menjadi tanggung jawab Tim Pengangkatan Perangkat Desa di wilayah Kecamatan setempat yang dikoordinir oleh Tim Pengawas.
a

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)